Penting: Kemasan/peralatan makan

Tulisan ini dari http://triyanifajriutami.wordpress.com/2009/08/04/kemasan-atau-peralatan-makanan/

Hati-hati terhadap kemasan makanan plastik, styrofoam dan peralatan “melamin”!

Dalam tulisan ini aku ingin melengkapi dan menelusuri beberapa keterangan pers dan peringatan publik dari BPOM RI (Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia) tentang kemasan/peralatan makanan. Sebenarnya peringatan dan berita dari BPOM ini termasuk lambat muncul bagi siapa saja yang tahu tentang ilmu pangan, namun lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali tho? Salah seorang teman blogwalking (pak Agus) sudah menuliskan tentang salah satu artikel di Kompas tentang Kenali Plastik Sebelum Makan serta public warning dari BPOM RI tentang kantong plastik ‘kresek’ sebagai pengemas makanan siap saji.

Berikut yang kudapatkan dari situs BPOM RI (file lengkap bisa di download di akhir tulisan):

Peringatan/Public warning (No: KH.00.01.1.23.2258) tentang  Peralatan Makan “Melamin”  – tertanggal 1 Juni 2009

  • Bahwa  Badan  POM  RI  telah  melakukan  pengujian  laboratorium  terhadap 62 sampel peralatan makan ”Melamin”. Dari hasil pengujian tersebut ditemukan 30 positif melepaskan formalin.
  • Bahwa 30 jenis peralatan makan “Melamin” yang melepaskan formalin berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan bila digunakan untuk mewadahi  makanan yang berair atau berasa asam, terlebih dalam keadaan panas.

Berikut gambar lengkap tentang 30 jenis peralatan makan ‘Melamin’ yang berbahaya itu:

melamin 1-2melamin 3-4melamin 5-6melamin 7-8melamin 9-10melamin 11-12melamin 13-14melamin 15-16melamin 17-18melamin 19-20melamin 21-22melamin 23-24melamin 25-26melamin 27-28melamin 29-30

Hati-hati ya saat membeli peralatan makan melamin, karena sudah umum kita temukan banyak peralatan melamin di supermarket ataupun toko grosir barang pecah belah. Waspada! Formalin sangat berbahaya untuk kesehatan, karena dalam tubuh manusia, formalin dikonversi menjadi asam format yang meningkatkan keasaman darah, tarikan nafas menjadi pendek, hipotermia, sehingga mengakibatkan koma, bahkan sampai menyebabkan kematian. Formalin ini kan memang bukan diperuntukkan untuk makanan, karena seharusnya digunakan untuk industri kimia, misalnya sebagai pengawet mayat, pembasmi lalat dan serangga pengganggu lainnya, bahan pembuatan pupuk dalam bentuk urea, bahan untuk pembuatan produk parfum, bahan pengawet produk kosmetika dan pengeras kuku, dan lain-lain (sumber: Wikipedia).

Keterangan pers/Press Release (No: KH.00.02.1.55.2888) tentang Kemasan Makanan “Styrofoam”  – tertanggal 14 Juli 2009

  • Istilah ’styrofoam’ sebenarnya merupakan merek dagang pabrik Dow Chemicals dari foamed polystyrene atau expandable polystyrene (EPS).
  • Residu monomer stiren yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas ke dalam makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol, terlebih dalam keadaan panas.
  • Sejauh ini tidak ada satu negarapun di dunia yang melarang penggunaan ’styrofoam’ atas dasar pertimbangan kesehatan. Kebijakan pelarangan di sejumlah negara berkaitan dengan masalah pencemaran lingkungan. Menurut JECFA-FAO/WHO monomer stiren tidak mengakibatkan gangguan kesehatan jika residunya tidak melebihi 5000 ppm.
  • Pada saat ini Badan POM RI telah melakukan sampling dan pengujian terhadap 17 jenis kemasan makanan ’styrofoam’. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua kemasan tersebut memenuhi syarat.
  • Sekalipun demikian, dalam rangka melaksanakan tindakan kehati-hatian, masyarakat dihimbau untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
    • Umumnya kemasan makanan ‘styrofoam’ dapat dikenali dari logo kode styrofoam
    • Jangan gunakan kemasan ‘styrofoam’ dalam microwave.
    • Jangan gunakan kemasan ‘styrofoam’ yang rusak atau berubah bentuk untuk mewadahi makanan berminyak/berlemak apalagi dalam keadaan panas.

Berikut adalah 17 jenis kemasan makanan styrofoam yang aman (dengan pengecualian ‘dua jangan’ di atas) menurut hasil uji BPOM RI:

styrofoam 1styrofoam 2styrofoam 3styrofoam 4styrofoam 5styrofoam 6styrofoam 7styrofoam 8styrofoam 9styrofoam 10styrofoam 11styrofoam 12styrofoam 13styrofoam 14styrofoam 15styrofoam 16styrofoam 17

Keterangan pers/Press release (N0: KH.00.02.1.55.2889) tentang Kemasan Makanan dari Plastik Polietilen (PE) dan Polipropilen (PP)  – tertanggal 14 Juli 2009

  • PE terbuat dari monomer etilen dengan logoPE untuk High Density Polyethylene atauPE 2untuk Low Density Polyethylene, sedangkan PP terbuat dari monomer propilen dengan logo PE 3
  • Kedua jenis plastik ini mempunyai sifat yang sangat mirip. Dari seluruh jenis kemasan makanan plastik, PE dan PP paling banyak digunakan, dan paling aman dibandingkan dengan jenis kemasan plastik lainnya.

Berikut Kode Jenis Plastik yang lazim digunakan untuk makanan (biasanya dulu banyak beredar di milis-milis nih) – cek saja kemasan plastik yang mewadahi makanan yang anda beli, biasanya di bagian bawah:

Kode plastik

Kalau yang ini merupakan logo kemasan plastik yang diijinkan untuk mewadahi makanan di kawasan Uni Eropa yang juga digunakan oleh sejumlah negara:

logoatau tulisan berikut:

for food use

Peringatan publik/Public warning (No: KH.00.02.1.55.2891) tentang Kemasan Makanan dari Plastik Polivinil Klorida (PVC) – tertanggal 14 Juli 2009

  • PVC dibuat dari monomer vinil klorida (VCM). Monomer vinil klorida yang tidak ikut bereaksi dapat terlepas ke dalam makanan terutama yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol terlebih dalam keadaan panas.
  • Dalam pembuatan PVC ditambahkan penstabil seperti senyawa timbal (Pb), kadmium (Cd), timah putih (Sn) atau lainnya, untuk mencegah kerusakan PVC. Kadang-kadang agar lentur atau fleksibel ditambahkan senyawa ester ftalat, ester adipat, dll.
  • Residu VCM, Pb, Cd dan ester ftalat berbahaya bagi kesehatan
    • VCM terbukti mengakibatkan kanker hati
    • senyawa Pb merupakan racun bagi ginjal dan syaraf
    • senyawa Cd merupakan racun bagi ginjal, dan dapat mengakibatkan kanker paru
    • senyawa ester ftalat dapat menganggu sistem endokrin
  • Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI telah melakukan sampling dan pengujian laboratorium terhadap 11 jenis kemasan makanan dari plastik PVC, dan hasilnya 1 jenis tidak memenuhi syarat.
  • Untuk kehati-hatian, masyarakat dihimbau untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a.  Umumnya kemasan makanan PVC dapat dikenali dari logo:

PVCb. Jangan menggunakan kemasan makanan dengan PVC untuk makanan yang berminyak/berlemak atau mengandung alkohol terlebih dalam keadaan panas

Berikut merupakan hasil uji dari BPOM RI tentang kemasan makanan PVC yang berbahaya:

uji PVC

Peringatan publik/Public warning (No: KH.00.02.1.55.2890) tentang Kantong Plastik “Kresek”  – tertanggal 14 Juli 2009

  • Kantong plastik kresek berwarna  terutama hitam kebanyakan merupakan produk daur ulang yang sering digunakan untuk mewadahi makanan.
  • Dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat,  dll. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan.
  • Jangan menggunakan kantong plastik  kresek daur ulang tersebut untuk mewadahi langsung makanan siap santap.

Aku sering lihat sendiri banyak pedagang yang membungkus makanan (misal sup panas, bubur panas dan lain-lain) menggunakan kantong plastik kresek. Bahaya! Oleh karena itu, sebagai konsumen kita harus menyebarluaskan peringatan ini kepada para pedagang yang mungkin belum mengerti tentang bahaya plastik, terutama plastik kresek.

Oya, tak jarang juga pedagang gorengan membungkus gorengan yang panas dengan kertas koran bekas. Ini juga berbahaya lho! (tapi sepertinya belum ada peringatan dari BPOM RI tentang kemasan kertas koran ini).

Secara tidak sadar kertas koran ini mengandung tinta yang bersifat larut. Padahal tinta tersebut banyak mengandung timbal (Pb) yang sangat bahaya bagi kesehatan. Bila timbal tersebut terakumulasi dalam tubuh maka akan menyebabkan gangguan saraf dan bahkan dapat menyebabkan kanker. Pada suatu penelitian, wanita hamil yang banyak terakumulasi timbal ini akan menyebabkan cacat bawaan pada janin dan merusak otak sehingga akan mempunyai kecerdasan yang rendah. Pada laki-laki, timbal akan menyebabkan penurunan kualitas sperma sehingga dapat menyebabkan kemandulan (sumber: Bahaya, Kemasan Makanan yang Tidak Cocok).

Kemudian ada ancaman lain yang mengintai, yaitu kertas sering digunakan di dalam teh celup. Kertas ini berbahaya karena sudah ditambahkan bahan pemutih (chlorine). Bila terkena suhu tinggi akan menghasilkan dioksin, suatu senyawa racun yang berbahaya bagi kesehatan kita. Tahun 1998 WHO menetapkan ambang batas aman konsumsi dioksin, yaitu 1-4 pikogram (sepertriliun gram) dioksin per-kilogram berat badan. Dalam jumlah sedikit saja sudah sangat berbahaya, apalagi bila dalam jumlah besar maka dioksin akan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Konsentrasi lebih tinggi lagi akan menyebabkan penyakit kulit chloracne (jerawat yang parah disertai dengan erupsi kulit dan kista). Selain itu dioksin juga akan menyebabkan penurunan hormon reproduksi pria hingga 50% dan menyebabkan kanker prostat dan kanker testis. Pada wanita dioksin akan menyebabkan kanker payudara dan endometriosis, yakni jaringan selaput lendir rahim yang masih berfungsi tumbuh di luar rongga rahim. Oleh karena itu untuk menghindarkan hal-hal di atas bila tidak terpaksa gunakan teh (teh tubruk) secara langsung, dan gunakan pembungkus yang aman seperti daun pisang dan aluminium foil (sumber: Bahaya, Kemasan Makanan yang Tidak Cocok).

Mudah-mudahan BPOM RI selalu mengawasi perkembangan kemasan makanan di Indonesia, tentu saja sosialisasinya harus gencar, serta harus saling bahu-membahu antara konsumen dan pedagang (konsumen tetap sehat dan pedagang tetap laris manis tanpa ‘dosa’) :D

Sumber : http://triyanifajriutami.wordpress.com/2009/08/04/kemasan-atau-peralatan-makanan/

Tag: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: